Hilangkan Rasa Mau Berak dengan Mengantongi Batu! Mitos Atau Fakta

Banyak orang yang menerapkan kepercayaan-kepercayaan dari nenek moyang untuk menjalani kehidupan sehari-hari. Nyatanya jika hal ini ditelusuri lebih jauh lagi bisa menunjukkan beberapa informasi masuk akal. Lantas apakah hilangkan rasa mau berak mengantongi batu, mitos atau fakta?

Alasan Mengapa Mengantongi Batu di saat Ingin Berak?

Pastinya banyak dari Anda yang sudah pernah mencoba cara ini jika merasa sakit perut namun sedang jauh dari toilet. Tentu beberapa diantaranya percaya jika kepercayaan ini cukup efektif namun tidak sedikit juga merasa apabila hal ini hanya mitos belaka. Lantas apa fakta dari mengantongi batu ini?

  1. Sebagai Pengalih Pikiran

Kepercayaan ini memiliki sistem kerja seperti orang yang sedang menahan rasa lapar namun tidak mampu membeli makan atau bahkan malas beranjak dari tempat tidur. Aktivitas mereka akan mengalihkan rasa kelaparan tersebut sehingga tidak mengkonsumsi apapun bisa menghilangkannya.

Begitu pun jika Anda sedang menahan sakit perut dan perlu mengantongi batu. Perlahan pikiran akan terfokus ke hal ini sehingga bisa melupakan perasaan yang mengganggu tersebut. Biasanya di otak hanya terpikirkan sebuah pertanyaan “Mengapa saya harus membawa batu?” secara terus menerus.

  • Bisa Melatih Kekuatan Otak

Otak menjadi organ paling vital yang ada dalam kehidupan manusia. Dalam sebuah film berjudul Lucy pernah mengatakan bahwa kekuatan pikiran mencapai 100% dapat memberikan sugesti kepada seseorang untuk memanipulasi dunianya secara cepat dan sesuai keinginannya.

Anda bisa saja melakukan hal ini ketika pertama kali mengantongi batu. Otak yang tersugesti dengan mitos ini akan mengirim sinyal kepada sistem pencernaan agar menahannya sesuai keinginan dari si empunya. Beberapa orang sudah membuktikan bahwa hal ini cukup efektif untuk dilakukan

  • Melatih Otot Pencernaan

Menariknya lagi kepercayaan ini mampu melatih kekuatan otot pencernaan. Sistem ini terdapat dua bagan yang pertama yaitu suatu jaringan dimana tidak dipengaruhi oleh kehendak. Sisi ini sering melakukan rangsangan untuk mengeluarkan kotoran dari dalam tubuh apabila sedang sakit perut.

Bagian kedua yaitu jaringan yang tidak akan dipengaruhi oleh kehendak. Otot ini bisa menahan keluarnya kotoran sesuai keinginan Anda. Tentu saja ketika seseorang menahan rasa sakit perut terlalu lama dan berhasil maka bisa dibilang jika dia telah melatih kekuatan sisi tersebut.

  • Sebagai Alat Bantu untuk Membersihkan

Nyatanya fakta terakhir ini bisa dianggap yang paling masuk akal. Pasalnya banyak nenek moyang dahulu menggunakan batu untuk membersihkannya dari bekas kotoran. Kebiasaan ini sudah tidak dapat ditemui lagi lantaran orang-orang telah memakai air atau bahkan tissue roll.

Kepercayaan ini bisa dianggap sebagai persiapan sebelum melakukan buang air besar apabila tidak ada tempat yang memadai. Misalnya jika Anda terpaksa untuk membuang kotoran bukan di toilet maka bisa menggunakan batu tersebut sebagai alat bantu membersihkannya. Cukup masuk akal, bukan? 

Apa Akibat jika Menahan BAB?

Tentu Anda sudah sering mengetahui jika menahan BAB akan mengakibatkan dampak buruk setelahnya. Kepercayaan mengantongi batu bisa saja dilakukan asalkan jika memang tidak ada tempat yang memungkinkan untuk membuang kotoran. Berikut adalah beberapa akibatnya:

  1. Sembelit

Menahan buang air besar bisa membuat feses akan mengeras dan menumpuk di usus besar. Bentuk dan teksturnya pun dapat dikatakan jauh dari kata ideal sehingga mengundang orang untuk merasakan sakitnya sembelit.

Anda akan terancam mengalami sembelit apabila menahan buang air besar terlalu lama. Gangguan seperti ini hanya bisa diatasi dengan mengejan ekstra kuat atau bahkan menggunakan obat pencahar demi memudahkan keluarnya feses.

  • Impaksi Feses

Sembelit yang berlarut-larut bisa juga menyebabkan ambeien. Kondisi buruk lainnya pun menyebabkan terjadinya impaksi feses. Gangguan ini sering dialami jika Anda sering menahan buang air besar terlalu lama.

Impaksi sendiri adalah pengumpulan massa feses yang akan mengeras dan bisa mengendap di dalam rektum. Keadaan seperti ini menyebabkan komplikasi seperti pembengkakan pada saluran pencernaan bagian bawah bahkan harus berakhir dengan tindakan operasi. 

Kini Anda bisa mengambil kesimpulan dengan kepercayaan hilangkan berak dengan mengantongi batu, mitos atau fakta. Nyatanya kepercayaan ini juga memiliki beberapa fakta yang masuk akal sehingga banyak orang mempercayainya.

Exit mobile version